Jenis - Jenis Jaringan Komputer

Dalam membangun jaringan komputer diperlukan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis jaringan komputer hal ini dimaksud agar seorang teknisi dapat mengetahui ruang lingkup dari jaringan tersebut

Jaringan komputer secara umum dibagi menjadi 4 yaitu:
  1. Berdasarkan Skala
  2. Berdasarkan Fungsi
  3. Berdasarkan Topologi
  4. Berdasarkan Media Penghantar
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis jaringan yang disebut


1. Berdasarkan Skala

Jaringan komputer berdasarkan skala terbagi menjadi 3 yaitu:

LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer skala kecil yang hanya mencakup wilayah kecil seperti kelas, kantor, gedung atau rumah. Pada umumnya LAN berbasis IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch yang mempunyai kecepatan transfer data hingga 10, 100 dan 1000 Mbit/s. Selain menggunakan Ethernet, LAN juga sering menggunakan teknologi Wi-fi (802.11b) dan tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan wifi disebut dengan Hotspot. Sebutan lain dari jaringan LAN yang menggunakan media wireless adalah WLAN

Keuntungan : Lebih hemat dalam pengeluaran biaya operasional dan kabel yang digunakan selain itu
                       transfer data antara node lebih cepat karena cakupannya yang kecil

Kekurangan : Cakupannya tidak terlalu luas.


MAN (Metropolitan Area Network) adalah jaringan dalam suatu lingkup satu kota dengan
kecepatan transfer tinggi yang menghubungkan banyak tempat seperti kampus, kantor, pemerintahan dengan kata lain MAN adalah gabungan dari beberapa LAN.

Jangkauan MAN kisarannya antara 10 hingga 50 km. MAN adalah jaringan yang paling tepat untuk membangun jaringan antara kantor dengan industri yang berskala besar.

  
WAN (Wide Area Network) adalah jaringan yang memiliki cakupan sangat luas yang menghubungkan antar pulau, antar negara dan antar benua. Jangkauan dari WAN adalah tak terbatas.
WAN adalah gabungan dari beberapa MAN dan LAN yang dihubungkan menjadi satu lingkup.

Contoh sederhana dari penerapan WAN adalah jaringan Internet, dimana internet menghubungkan setiap jaringan dari berbagai belahan dunia.



2. Berdasarkan Fungsi

Jaringan Komputer berdasarkan fungsi terbagi menjadi 2 yaitu:

Client-Server pada jaringan ini salah satu komputer berperan sebagai Server yaitu penyedia layanan jaringan dan sebagian lainnya berperan sebagai Client yaitu peminta layanan dari jaringan yang disediakan oleh server.

Jaringan yang digunakan dapat berupa LAN maupun MAN
Contoh penerapan jaringan ini adalah Warnet


Peer to Peer pada jaringan ini setiap komputer yang terhubung berperan sebagai server sekaligus sebagai client tanpa perantara, selain dapat terkoneksi pengaturan sumber daya juga dapat dilakukan oleh semua komputer tanpa perantara. Setiap komputer dapat berdiri sendiri sekalipun tidak beroperasi.

Peer to peer umumnya digunakan untuk membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau berbagi pakai hardware dan software. Contoh penerapan jaringan ini adalah kantor, Lab dan rumah.


3. Berdasarkan Topologi

Jaringan komputer berdasarkan Topologi terbagi menjadi 4 yaitu:


1. Topologi Bus
Topologi Bus

Topologi bus menggunakan kabel pusat atau tunggal dimana seluruh workstation dan server dihubungkan, dengan cara ini maka setiap komputer dihubungkan secara berantai (daisy chain) dengan perantara yaitu sebuah kabel tunggal jenis coaxial

Keunggulan:
  • Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
  • Hemat kabel.
  • Layout kabel sederhana.
Kelemahan:
  • Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
  • Kepadatan pada jalur lalu lintas.
  • Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
  
2. Topologi Ring

Topologi ring masing-masing titik atau node berfungsi sebagai penguat sinyal (repeater) artinya setiap perangkat saling bekerja sama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat selanjutnya hingga sampai ke tujuannya. Dalam topologi ring terdapat token yang membantu proses menerima dan meneruskan sinyal data. Token berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber.

Topologi Ring
Kelebihan  
  • Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
  • Memiliki performa yang lebih baik daripada bus, sekalipan untuk jaringan berat
  • Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru
  • Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan
  • Hemat kabel
  • Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision) 
Kekurangan
  • Lebih sulit dikonfigurasi
  • Pengembangan jaringan lebih kaku karena mengubah salah satu perangkat mempengaruhi jaringan
  • Kinerja komunikasi tergantung pada tiap-tiap node yang berhubungan
  • Diperlukan penanganan dan pengolahan khusus untuk bandles
3. Topologi Star

Pada topologi star menggunakan sebuah central node dalam berkomunikasi, dimana lalu lintas data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi. Central node dapat berupa sebuah Hub atau Switch. Topologi ini mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel langsung terhubung ke central node.









Topologi Star
Kelebihan
  • Kerusakan pada salah satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut
  • Tingkat keamanan tinggi
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan sibuk
  • Akses kontrol terpusat
  • Fleksibel
Kekurangan
  • Jika central node bermasalah maka jaringan akan mati total
  • Boros kabel
  • Hub akan menjadi elemen paling kritis dalam jaringan
  • Jika menggunaka4n switch saat jaringan sangat padat justru membuat jaringan lemot
  • Mahal
4. Topologi Mesh

Pada topologi mesh seluruh node/perangkat saling terhubung satu sama lain, yang membuat topologi ini istimewa adalah tidak menggunakan sebuah node central (Hub) sehingga setiap komputer langsung terhubung satu sama lain. Topologi ini sangat jarang dikembangkan karena sangat mahal dan sulit ditangani

Full Connected (atas) dan Partial Connected (bawah)


Topologi mesh terbagi dua yaitu:
1. Partial Connected : tidak semua node/perangkat saling terhubung, hanya sebagian
2. Full Connected : seluruh perangkat saling terhubung satu sama lain

Kelebihan
  • Deteksi kesalahan mudah ditangani karena menggunakan sistem point to point
  • Privasi data lebih terjaga karena data mengalir melalui jaringan dedicated
Kelemahan
  • Mahal karena membutuhkan banyak kabel termasuk jika menggunakan tipe Full Connected
  • Proses instalasi sangat sulit karena membutuhkan ruang yang luas
  • Struktur kabel yang rumit dapat membingungkan Administrator
5. Topologi Tree

Topologi tree adalah pengembangan dan penggabungan dari topologi bus dan star. Topologi ini membentuk suatu struktur jaringan bercabang dan bertingkat sehingga setiap jaringan akan memiliki sub channel masing-masing yang lebih rapi.Topologi ini mudah dikenali dari penggunaan sebuah kabel utama (Backbone). Topologi adalah yang paling umum ditemui pada suatu perusahaan karena lebih mudah dikelola oleh Administrator.

Topologi Tree

Kelebihan
  • Rekomendasi utama untuk jaringan skala besar
  • Setiap node akan memiliki akses langsung ke tetangga dan node pusat
  • Keterbatasan titik koneksi hub pada topologi star dapat diatasi dengan mudah
  • Menyediakan ruang untuk ekspansi jaringan berikutnya
  • Mudah dikelola dan efisien
Kekurangan
  • Ketergantungan penggunaan satu hub pusat dapat menjadi resiko bagi seluruh jaringan
  • Jika saluran yang paling tinggi tidak berfungsi akan berpengaruh bagi jaringan dibawahnya 

4. Berdasarkan Media Penghantar

1. Wire Network (Kabel)
Sesuai dengan namanya, Jaringan ini menggunakan kabel sebagai media penghantarnya. Kabel berfungsi sebagai media penghantar informasi dalam bentuk sinyal listrik yang dialirkan ke seluruh node / perangkat yang terhubung dalam satu jaringan. Contoh sederhana dalam penerapan Wire Network adalah warnet dan lab komputer.

Kelebihan
  • Kecepatannya lebih stabil dibandingkan dengan wireless terutama untuk transfer data skala besar.
  • Relatif lebih aman daripada wireless karena jaringannya lebih terstruktur
  • Cocok untuk membangun jaringan skala kecil (Intranet)
Kekurangan
  • Jika perencanaannya salah dapat terjadi penurunan performa
  • Rumit instalasinya
  • Cakupannya terbatas
  • Mahal
2. Wireless Network (Nirkabel)
Berbeda dengan sebelumnya, Jaringan ini menggunakan gelombang elekromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar jaringan komputer. Contoh sederhana dalam penerapan Wireless Network adalah Wifi.

Kelebihan
  • Instalasinya mudah karena tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antar node.
  • Cakupannya luas
  • User friendly
  • Murah
Kekurangan
  • Kecepatannya masih kalah stabil dengan wired network karena faktor tertentu
  • Kurang aman karena hampir semua orang dapat masuk kedalam jaringan
  • Rentan gangguan.





 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar